Diberdayakan oleh Blogger.

Industri Wisata Yang Tak Berpihak

Kawasan Meru Betiri memiliki bentang alam yang sangat menarik. Komplek hutan tropisnya relatif masih asli dengan berbagai formasi vegetasi. Seperti yang terdapat di daerah pantai Bandealit, Padang Rumput Nanggelan, Teluk Meru dan Teluk Permisan, pantai Sukamade, padang penggembalaan Sumbersari, Teluk Hijau, dan Jalur Lintas Hutan Bandealit – Meru – Permisan – Sukamade. Selain pemandangannya yang indah, hampir semua jenis olahraga bisa dilakukan di kawasan ini. Saat ini sedang dikembangkan olahraga wind surfing di kawasan teluk Bandealit. Setiap tahunnya pengunjung Meru Betiri mencapai sekitar 4000 orang. Bahkan di tahun 2001 jumlah wisatawan yang datang ke Meru Betiri mencapai 6000 orang lebih.

Sayangnya konsep pembangunan wisata yang dikembangkan bukan konsep alternatif yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal. Masyarakat dibiasakan dengan pola pikir bahwa tempat wisata itu harus mampu memberikan keuntungan secara ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraannya. Tetapi tidak diimbangi dengan upaya upaya bagaimana masyarakat juga terlibat aktif dalam merawat tempat wisata itu sehingga kepentingan mereka dalam jangka panjang tidak terancam.

Meru Betiri sebagaimana pengelolaan tempat wisata di tempat lain selama ini hanya dijadikan sapi perahan oleh pemerintah setempat sebagai sumber pemasukan keuangan daerah. Bagi mereka keberhasilan pengelolaan tempat wisata hanya diukur dari seberapa banyak terjadi peningkatan jumlah pengunjung dari waktu ke waktu. Pembangunan sarana pendukung seperti jalan ke lokasi wisata, atau merebaknya tempat tempat penginapan hanya dilihat dari sisi ekonomi semata. Padahal pembuatan infrastruktur semacam itu dapat mengancam keseimbangan ekologi karena semakin berkurangnya daerah resapan air dan sebagainya. Sementara meningkatnya jumlah pengunjung semakin beresiko pula terhadap terjadinya kerusakan alam. Sumber masalahnya karena sebagian pengunjung kurang peduli pada kelestarian lingkungan. Mereka hanya tertarik pada keindahan Meru Betiri tapi kurang peduli pada keberlanjutan keindahan itu. Tak jarang para pengunjung melakukan perbuatan yang dapat merusak keindahan Meru Betiri, seperti membuang sampah sembarangan, mengambil telur penyu, mengambil tanaman hias, dan sebagainya.

Menambang Petaka di Meru Betiri Hal 18 - 19

0 komentar:

Posting Komentar