Meru Betiri memiliki fisiografi yang unik karena letaknya terpisah dari deretan pegunungan selatan di sepanjang pantai selatan pulau jawa. Susunan geologi kawasan ini berbeda dengan kompleks lainnya di Jawa Timur. Hutan hujan dan perbedaan ketinggian di daerah Meru Betiri membentuk aliran sungai yang cukup banyak dan mampu menyediakan simpanan air bagi masyarakat dan kebun kebun serta lahan pertanian di sekitarnya. Keadaan tanah dan kawasan Meru Betiri yang berbukit dan bergunung mengakibatkan terjadinya aliran aliran sungai yang tersebar di seluruh bagian kawasan Taman nasional. Daerah aliran sungai utama di punggung punggung gunung adalah sungai Bandealit, sungai Meri, dan sungai Sukamade. Bahkan lewat foto satelit terlihat bahwa Meru betiri adalah tempat cebakan air yang besar bagi Jember khususnya dan daerah sekitarnya. Dengan letak seperti itu tidak aneh bila meru Betiri kaya dengan jenis flora dan fauna.
A. Keragaman Flora
Keragaman Flora yang terdapat di Meru Betiri tergambar dari vegetasi yang terdapat di kawasan itu. Di kawasan yang terkenal sangat kaya dengan jenis tanaman obat ini dapat dijumpai 5 dari 11 tipe vegetasi yang ada di pulau Jawa, yaitu : vegetasi pantai, vegetasi mangrove, Hutan rawa, Hutan hujan Tropis, dan vegetasi Rheophytic yang jumlahnya tinggal sedikit di pulau jawa.
Hutan Hujan tropis Meru Betiri menyimpan lebih dari 340 jenis tanaman obat yang banyak di konsumsi oleh masyarakat sekitar, seperti cabe jawa atau Piper retrofactum, Kemukus atau Piper Cubeba, kedawung atau parkia roxburgii Don, Joholawe atau termedia balerica Roxb, Pule pandak atau rauwofia serpentina L, dan lainnya. Paling tidak ada 106 jenis simplisia tumbuhan obat tersebut yang sangat dibutuhkan oleh industri obat, baik untuk produksi skala besar dan kecil, seperti jamu gendong.
Pengetahuan masyarakat sekitar Meru Betiri mengenai tumbuhan obat cukup tinggi. Mulai pengetahuan mengenali jenis tanaman, bagian tanaman yang mengandung obat dan bisa dimanfaatkan, sampai bagaimana cara meramunya.
Species langka yang penting di Meru Betiri antara lain Rafflesia zollingeriana, bunga bangkai dengan warna merah cerah yang hidup sebagai parasit pada akar sejenis tumbuhan kayu bersulur. Tanaman inang tersebut adalah Tetrastigma. Uniknya penyebaran bunga ini dibantu oleh binatang sejenis mamalia, yang terlebih dahulu harus melukai tanaman inang sehingga tanaman dapat tumbuh pada bagian tersebut. Selain Rafflesia terdapat juga sejenis jamur parasit yang langka meskipun tidak serewel Rafflesia dalam memilih inangnya, yaitu Balanophora fungosa.
B. Keragaman Fauna
Tercatat 298 jenis fauna menghuni kawasan Taman nasional ini. Sebanyak 181 jenis diantaranya telah berstatus langka dan dilindungi. Jenis burung dan mamalia merupakan fauna utama kawasan ini. Terdapat sekitar 180 jenis burung, termasuk 3 burung besar jenis rangkong antara lain Buceros rhinoceros, Rhyticeros undulatus, Antracoceros convexus. Selain dikenal sebagai daerah lintasan bagi migrasi burung pemangsa setiap bulan oktober, kawasan ini merupakan habitat penting bagi burung pemangsa atau raptor. Beberapa jenis burung pemangsa utama di pulau jawa yang bisa ditemui di Meru Betiri adalah elang hitam atau Ictinaetusmalayensis, Elang Dada karat atau Hieraatus kienerii, Elang Bondol atau haliastur indus, Elang Ikan Kepala Kelabu atau Ichtyopaga ichtyaetus, Elang Brontok atau Spizaetus cirrhatus, dan salah satu yang sangat langka di dunia dan endemik di Pulau Jawa adalah Elang Jawa atau Spizateus bartelzi.
Penghuni lain yang tak kalah pentingnya adalah beragam jenis mamalia besar. Mamalia penghuni Meru Betiri sangat beragam, antara lain kera atau macaca irus, Lutung atau Presbytis purus, Kukang atau Nycticebus caoucang, Jelarang atau Ratufa bicolor, landak atau Hystrix brachiura, Macan tutul atau Panthera pardus, Harimau Jawa atau Panthera Tigris Sondaica, Kucing bakau atau Felis bengalensis, Ajag atau Cuon javanicus, Kijang atau Muntiacus muntjak, babi Hutan atau Sus scrova, celeng Goteng atau Sus verocosus, banteng atau Bos javanicus, dan kancil atau Tragulus javanicus.
Pantai Sukamade, daerah pantai selatan kawasan Meru Betiri dikenal sebagai tempat berbiak jenis Penyu Hijau atau Chelonia mydas, Penyu Sisik atau Caretta caretta, Penyu Belimbing atau Dermochelys coriacea, dan Penyu Slengkrah atau Lepidochelys imbricatus. Pantai Sukamade juga dikenal sebagai salah satu tempat penetasan sementara telur penyu atau hatching places, terbaik di Jawa.
Sumber : Menambang Petaka di Meru Betiri
Penerbit : Jatam (www.jatam.org)
0 komentar:
Posting Komentar